| Nama Proyek | : | INDUSTRI GARAM TRADISIONAL ORGANIK KUSAMBA |
| Sektor | : | Industri |
| Lokasi | : | Dusun Rame, Dusun Bias |
| Kecamatan | : | Dawan |
| Desa | : | Kusamba |
Garam Kusamba telah terkenal sebagai garam yang bermutu baik sejak masa kerajaan Klungkung sekitar tahun 1500 Saka atau tahun 1578 Masehi. Pada saat itu area pembuatan garam masih sangat luas dan garam Kusamba mempunyai harga yang baik. Saat ini pembuatan garam kusamba hanya terdapat di Dusun Bias dan di Dusun Rame, dengan potensi area pembuatan garam sekitar 6,5 ha. Luas areal yang pergunakan untuk memproduksi garam Kusamba saat ini sekitar 3,1 ha. Wilayah pembuatan garam Kusamba seluruhnya terletak di desa Kusamba, kecamatan Dawan, kabupaten Klungkung, Bali. Mutu khas yang baik yang dimiliki oleh garam Kusamba tidak terlepas dari proses pembuatannya yang menggunakan teknik khusus dengan cara memerangkap garam dari air laut yang memiliki kadar garam 3,06%–3,52 % pada pasir pantai pantai Kusamba, kemudian mencuci garam yang terperangkap pada pasir tersebut dengan air laut serta menampungnya. Selanjutnya air garam yang ditampung dijemur pada batang kelapa yang dibelah dua yang disebut palungan sehingga menghasilkan kristal garam. Garam Kusamba yang dihasilkan tidak berbau, berwarna putih berkilat dengan kristal berukuran halus sampai kasar. Kristal garamnya lembut sampai kasar dan memiliki rasa asin yang kuat tanpa rasa pahit. Garam Kusamba memiliki kadar air 7,90%-10,18% dengan kadar garam (NaCl) 87,46%-89,34%.
Garam Kusamba adalah garam laut alami khas dari Desa Kusamba, Klungkung, Bali, yang terkenal dengan proses tradisionalnya tanpa pemutih dan bahan kimia, sehingga kaya mineral alami dan memiliki rasa gurih khas. Proses pembuatannya melibatkan penguapan air laut di atas pasir dengan sinar matahari menggunakan teknik kuno yang diwariskan turun-temurun, dan produk ini bahkan diminati pasar internasional.
Karakteristik Garam Kusamba
Proses Pembuatan Tradisional
1.Penguapan: Air laut disiramkan ke pasir pantai yang telah diratakan.
2.Penjemuran: Air laut diuapkan dengan sinar matahari menggunakan palung kayu atau biomembran di bawah sinar matahari.
3.Pemurnian: Air laut yang menguap akan mengkristal menjadi garam.
Panen: Garam dipanen setelah mengkristal, sering kali dengan bentuk seperti lempengan.
´DENGAN PRODUKSI 6 TON PER BULAN DAN HARGA JUAL 50 RIBU PER KG BIAYA OPERASIONAL RP. 334.500.000
´PROYEKSI INVESTASI GARAM KUSAMBA :