| Nama Proyek | : | Bokor, Kain Songket |
| Sektor | : | Industri |
| Lokasi | : | Gelgel |
| Kecamatan | : | Klungkung |
| Desa | : | Gelgel |
Industri kerajinan bokor logam (kuningan, tembaga, perak) serta kain tenun songket di Desa Gelgel dan Kamasan sampai saat ini masih digerakkan oleh pengerajin tradisional yang mengandalkan alat tenun bukan mesin (ATBM) model cag-cag serta teknik pahat manual.
Operasionalnya sangat rentan terhadap lonjakan harga bahan baku benang emas maupun logam murni di pasaran, serta memiliki ketergantungan pasar yang sangat tinggi pada siklus musim upacara keagamaan masyarakat Hindu di Bali yang membuat arus kas usaha menjadi fluktuatif.
Peluang investasi terbuka lebar melalui skema pendanaan rantai pasok untuk menstabilkan harga bahan baku, melakukan diversifikasi motif songket klasik menjadi produk fesyen siap pakai (ready-to-wear) kelas atas seperti kemeja formal, jas, dan aksesoris mewah, serta membangun pusat ekowisata edukasi terpadu (weaving workshop center) yang menggabungkan penginapan butik dengan galeri seni guna menarik kunjungan langsung dari wisatawan mancanegara premium.